T : "Nikah kapan?"
J : “Maret taun depan lah”
T : “What? Sama dia? Secepat dan seyakin itu?”
J : “Yaa…gini deh, gw lagi butuh pasangan, dan
yang ada cuma dia, ya udah ngapain susah2 nyari lagi”
Ironis gak sih, kalau memutuskan menikah
hanya karena ada Si Doi yang kebetulan sudah menanti di depan mata?
You can call it fate, or luck or gift.
But...
Have you ask your heart about it?

0 comments:
Post a Comment