Terinspirasi setelah membaca novel Tea for Two karya Clara Ng, saya jadi kepikiran (again!) soal percintaan dan perjodohan dan apapun-lah-itu-namanya yang berkaitan sama hubungan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan yang nantinya mungkin akan berakhir dalam sebuah lembaga pernikahan.
Singkat cerita, Tea for Two ini menendang otak saya hingga akhirnya mengeluarkan pertanyaan.
Lebih baik mana,bersama dengan orang yang cintanya lebih baik untuk kita,
atau
bersama dengan orang yang cintanya punya masa depan untuk kita?
Menurut saya, definisi cinta yang lebih baik adalah ketika orang tersebut mampu memberikan rasa aman dan ketenangan pada jiwa dan raga saya ketika saya menjalin hubungan bersamanya.
sedangkan, definisi cinta yang punya masa depan adalah ketika orang tersebut memiliki niat baik, membagi cintanya hanya dengan saya, dengan kata lain, saya bukan pihak ketiga dan bukan orang yang lie beneath relationship that already exist.
Pilihan terbaik pastinya bersama dengan orang yang cintanya lebih baik dong! Karena sejatinya, orang yang mencintai kita secara lebih baik kemungkinan besar punya masa depan yang lebih baik juga.Kemungkinan loh ya..Coz in reality we'll never know...hee!
Tapi kan,Tuhan menyimpan takdir.
Dan takdir itu ada untuk sebuah kejutan.
Nah, kalau ternyata kita diberi kejutan berupa dipertemukan dengan seseorang yang mencintai kita dengan lebih baik tapi ternyata gak punya masa depan untuk kita, lebih baik diperjuangkan atau gak?
Lebih baik berdoa aja kayanya..
Menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Menentukan Takdir
Lagipula, hal yang paling pasti di dunia ini adalah ketidakpastian,
dan kejutan memang tidak pernah pasti.Hohoho!
"Terkadang aku ingin mengintip takdirku agar hidupku lebih terencana. Tapi aku baru sadar, Tuhan menyimpan takdir untuk kejutan."
"Atau untuk menggoda hidup manusia.
"Atau untuk menyelipkan humor."
"Tuhan itu benar-benar badut yang suka melucu."
"Dengan selera humor yang aneh."
Tea for Two, Clara Ng
Luna Bukan Kopaja
2 years ago

0 comments:
Post a Comment