To fight or to flee.
Somehow, dalam tubuh kita, sudah tersedia sistem sedemikian rupa yang mengatur kemunculan salah satu ekspresi dari yang saya sebut di atas apabila kita bertemu sama yang namanya stress atau masalah dalam bentuk apapun.
TA gak beres-beres.
Dosen pembimbing yang gak sejalan sama kita.
Diputusin sama pacar.
Ditinggal kecengan.
Handphone tipe baru gak kebeli.
Merasa useless karena jobless, etc, etc,etc...
Dalam kondisi itu, berasa masalah cuma punya kita dan yang lain bahagia, seems fine and definitely okay!Padahal kalau dibandingkan, itu hanya sebagian dari sekian banyak masalah yang dialami oleh orang lain.
Bukannya sok angelic, saya lagi getek (red. tergelitik) sama apa yang terjadi di lingkungan sekitar saya. Namanya juga manusia, pastinya ketemu sama yang namanya masalah. Tinggal tunggu waktu saja bukan?! Lebih getek lagi karena oh karena instead of calm down, mostly, peoples choose to fight with anger or flight with unwise manner. None of that makes me proud!
Well, I thought, mind is like pond of water. Stresses are like pebbles thrown into the water. They send out a ripple of activity, disturbing the tranquil surface. When the water is constantly agitated with restless thoughts, we cannot see clearly to the bottom of the pond, which represents our inner wisdom. When we stop the restless thoughts, we calm the waters, enabling us to see clearly to the bottom—where our wisest, most enlightened self resides.
Hmmfff….di era serba lebay sekarang ini, sepertinya semakin sulit untuk jadi orang yang positif.
p.s : Posting ini saya buat untuk mengingatkan saya supaya tetap positif!Semoga yang lain,yang membaca ini teringat untuk mengingat yang sama. Peaceeeeee!
Luna Bukan Kopaja
2 years ago

6 comments:
ketika kita menghadapi masalah ..kepada siapa kita mengadu??
ketika kita menghadapi ujian kepada siapa kita mengeluh??
hanya kepada tuhan semesta alam kita mengadu.. hanya kepada Allah kita memohon doa..
Betulll..??
ya betuull...
tapi ya itu tadi, kadang orang suka lupa..jadi semua dianggap masalah..
padahal, jika dianggap sebagai ujian,akan membuat kita jadi orang yg lebih baik.. itu adalah wujud kasih sayang dari-Nya bukan?
hee...
di saat semua serba lebay, menjadi sederhana adalah keunikan tersendiri, positif, dan istimewan di mata-Nya. thanks for the reminder :)
yes
that is a live
sometimes
the reality not same with hope
dea.dea.dea.
hhu benul.. ayo kita terus positif ;)
miss you too siz ;)
udah pernah baca emotional intellegence belom de? hehhe. bagus lho tuh buku. udah lama tapi..
tentang kecerdasan emosi gitulah.
Post a Comment