21 September 2008

judge by yourself

Because I’m thoughtfully,so here I am..


Dalam minggu ini, berita di berbagai media sibuk membahas kejadian pembagian zakat oleh seorang dermawan di daerah Pasuruan yang diwarnai dengan duka. Sejumlah 21 orang tewas di tempat, karena berdesak-desakan demi memperoleh bantuan zakat senilai tiga puluhan ribu rupiah. Ironis banget! Saya yang menyaksikan dan membaca berbagai berita tentang insiden Pasuruan tersebut merasa miris.

Potret sosial bangsa Indonesia, apakah sudah sedemikian parahnya? Kalimat pertanyaan yang bisa saya jawab sendiri: Iya, sudah sangat parah! Gak perlu jadi pakar sosial atau pakar-pakar lainnya –kayaknya- kalau mau menjawab pertanyaan tentang masalah Indonesia mah.

Sedih sudah pasti. Korban yang meninggal kebanyakan berusia tua renta, bagaimana pun juga mereka adalah saudara kita. Kematian memang rahasia Illahi. Namun, menengok sepintas dari kejadian Pasuruan yang telah berlalu, apakah memang tidak ada upaya pencegahan dari pihak yang –memang wajib dan seharusnya- berwenang serta bertugas mengamankan situasi di lokasi pembagian zakat tersebut? Saya kesel pisan waktu nonton wawancara, katanya pihak yang katanya berwenang tersebut tidak mendapat pemberitahuan.

Hmmfff… udah kebiasaan kali yak, di Indonesia mah pihak yang katanya berwenang itu bersifat panggilan, gak standby dan gak mobile, kalaupun standby nampaknya hanya untuk menarik denda akibat pelanggaran lalu lintas oleh pengguna jalan yang emang lagi apes, terlihat oleh pihak yang berwenang yang memang kebetulan sedang niat standby di spot-spot tertentu.
Halah, rada ngalantur..but that’s exactly what I thought!!

Menyusul berita-berita tersebut, saat ini ramai dibicarakan perkara menuntut sang dermawan. Begitu tahu hal tersebut, saya ngahuleung a.k.a merenung. Menurut sudut pandang saya, kurang lebih hasil perenungan saya adalah sby eh sbb :
“Gila ajaaaaa….ada dermawan baik hati bagi zakat buat rakyat miskin, trus tiba-tiba dituduh sebagai tersangka?Bhooo….kematian itu kan perkara Yang Maha Kuasa!Masa mau melimpahkan perkara ke orang sih? Dan kasus kematian pada acara-acara pembagian bantuan seperti yang di Pasuruan kan tidak berlangsung hanya sekali, bahkan ada beberapa daerah yang memakan korban juga, hanya kali ini di Pasuruan jumlah korbannya cukup tinggi!”

Hmm…jadi kepikiran, kalau boleh main tuduh menuduh dan salah menyalahkan dan minta pertanggungjawaban, berarti, the second man in Indonesia boleh dituduh tersangka juga dong? Kan beliau yang mencetuskan ide tentang direct cash help (mengerti kan maksudnya?:P). Wong kejadian itu juga telah memakan korban jiwa, bahkan korban hati juga perasaan, terutama untuk masyarakat yang belum dapat jatah sampai detik ini.

So, para pihak yang katanya berwenang, masih mau men-judge terus kah?
Mendingan juga buka mata buka telinga dan salurkan energi anda untuk memperhatikan kondisi sosial sekitar sebelum korban berjatuhan lagih!
Better than hiding behind your helmet!!

*Heu..banyak masalah tapi teuteup aja cinta Indonesia!Nasionalisme itu seperti menyemangati dalam pertandingan olahraga!Meski pemainnya pada gak jago, nyalahin aturan dan bahkan bego, tapi udah suka, nyemangatin mah jalaaan trooossss!:P

2 comments:

JiMmY luVhaRa said...

bicara soal tuduh menuduh .. saia jadi inget ma kisah 3 orang yang di tuduh bahkan sudah di vonis oleh (k)aparat yang berwewenang karna di tuduh membunuh, yang ternyata kini tlah dibuktikan, bahwa orang lain lah yang membunuhnya (yang ganteng itu loch yang terkenal di seantero dedemit) mutilaswan itu loh .. dan sayangnya 3 orang itu sudah di siksa, di hujam pukulan bertubi, di tekan keluarganya agar mengaku bersalah oleh (k)aparat.. ironis memang .. dan ketika situasi ekonomi dan moral di pertanggung jawabkan mungkin kita-kita ini mulai melakukan resolusi di diri kita untuk memperbaiki..

seperti kata revolusioner Napoleon Bonaparte dari perancis berkata
"Révolution dans la Révolution..et il faut lui dire merci"

dEa.dEa.dEa said...

je suis completement sont d'accord!

Minimalnya kita udah sadar diri untuk mulai memperbaiki diri..
Semoga dari yang kecil ini bisa berdampak besar..