grateful
33.000 orang dari berbagai penjuru Indonesia
900 orang lolos seleksi administrasi
400 orang terjaring dalam urutan ranking
200 orang dipanggil untuk wawancara
70 orang datang kembali untuk menjalani psikotes
32 orang melewati tes kesehatan
27 orang diterima di badan usaha ini untuk membantu menyehatkan ibu hamil dan bayi-bayi calon generasi penerus Indonesia *okay..ini lebay..haha*
Alhamdulillah..
karena saya merupakan salah seorang dari 27 orang tersebut.
This part called grateful..(^_^)
9:01 PM | Labels: berbagi | 2 Comments
Ramadhan kali ini…
16 September 2009.
Hari ke 26 puasa. Hari dimana saya akan mengantar pacar saya menuju Xtrans. Doi mo mudik ke ibu kota. Sebelum dia mudik, ceritanya mau beli oleh-oleh. Tersebutlah nama Kartika Sari, dan meluncurlah kami kesana, Kartika Sari Dago. Jalanan gak macet-macet amat dari arah Simpang, so.. saya pun santai aja menyetir mobil. Dari belokan Cikapayang menuju arah atas, saya sudah mengambil jalur kiri karena Kartika Sari ada di sebelah kiri, dan saya masih menyetir saaaantaiiii. Sampai tiba-tiba, ketika mobil sudah saya arahkan ke gerbang masuk Kartika Sari, jedaaarrrr…mobil saya dihantam oleh sepeda motor dari arah sebelah kiri. Seketika itu juga motor jatuh, dan seketika itu juga jantung saya berdegup sangat kencang.
Dalam sepersekian detik saya berusaha menenangkan emosi dan pikiran saya. Saya telah melakukan hal yang benar. Lampu sein sudah saya nyalakan dalam rangka memberi tanda kalau saya mau belok ke kiri. Berarti dalam kasus ini, saya gak sepenuhnya salah. Kesalahan saya adalah, saya gak tengok spion kiri, jadi tidak menyadari adanya pengendara motor yang melaju kencang dan mengambil jalur nyeleneh suka-suka dia. Hate those kind of bikers! Indeed! Hufff..baiklah, saya menenangkan diri lagi.
Kemudian pengendara motor itu turun dan mendatangi saya, dia marah-marah dan menyuruh saya turun dari mobil, Siapa takut? Akhirnya saya masuk dulu ke area parkir Kartika Sari dan setelah mobil saya mendapat tempat yang aman saya kembali mendatangi pengendara motor tersebut. Saya sempat melihat kerusakan yang ada di pintu mobil bagian kiri. Daaammnn…goresan sepanjang kurang lebih 20 cm mendarat dengan sukses. Hmmfff…wondering apa yang akan ayah saya katakan nantinya. But well, urusan lain masih menanti di depan pintu masuk Kartika Sari. Ya, si pengendara motor itu masih disana dan menunggu dengan muka masam.
Saya menghampiri dia, berargumen tentang kronologis kejadian dari sudut pandang masing-masing. Saya menjelaskan kalau saya telah memberikan lampu sein dan seharusnya pengendara motor cukup waras untuk melihat lampu tersebut, karena saya yakin, dari sekian banyak kerusakan yang tengah diderita oleh mobil saya, lampu sein masih berfungsi dengan sangat baik. Pengendara motor tetap keukeuh kalau saya yang salah, dia menjelaskan kalau dia tidak akan menyalip seandainya dia melihat lampu sein dari mobil saya. Voila!Kartu As saya dikeluarkan oleh sang pengendara motor tersebut! Saya langsung bilang “Mas, dimana-mana, menyalip dari sebelah kiri itu gak boleh. Itu udah aturan kalo mengemudi”. Pengendara motor sempat terdiam sepersekian detik, tapi ternyata dia pantang menyerah, dia tetap menyalahkan saya.
Berhubung saya malas ngomong dan kita sama-sama keukeuh, saya langsung ajak dia ke pos polisi terdekat, di belokan Cikapayang sudah terlihat ada pos polisi ketupat lebaran. Dua kepala yang bersitegang perlu satu kepala yang netral bukan? So Pak Polisi kali ini saya minta untuk menjalankan tugasnya. Simpel. Yang saya minta adalah pembenaran atas argumen saya kalau menyalip dari kiri itu sudah jelas pelanggaran lalu lintas. Pak Polisi yang baik hati itu dengan ramah menerima kami bertiga ( pacar saya ikut serta). Pak Polisi meminta kami berdua menjelaskan kronologis kejadian, dan kembali kami menjelaskan. Kami berdua saling beradu argumen di depan Pak Polisi.Tidak ditemukan titik tengah. Ya iyalah, dua-duanya keukeuuuh! Heeeuuuu! Sumpah saya ga mau ngalah!This part called stand for my own!
Pak Polisi akhirnya mengatakan “ Berhubung sama-sama tidak mau mengalah dan tidak ada kesepakatan secara damai, ya sudah, bisa dibawa ke pengadilan, Gimana? Bersedia kalau masing-masing kendaraan nya ditahan?”. Kami berdua sama-sama bersedia. On second thoughts, kalimat “what was I thinking?” muncul di pikiran saya. Haha. Tapi ya sudahlah, demi kebenaran dan keadilan broo..!
Kemudian Pak Polisi kembali berbicara “Ya sudah kalau sama-sama bersedia, nanti kita urus administrasi nya. Namun sebelumnya, saya ingin memberi informasi, bahwa memang menurut aturan lalu lintas menyalip dari sebelah kiri itu tidak boleh, itu berlaku di seluruh Indonesia. Saya tidak bermaksud memihak, saya hanya menjelaskan peraturan yang berlaku.Jadi bagaimana, masih mau mengurus ke pengadilan?”
Oooohhhh..sungguh saya senaaaang mendengar penjelasan dari Pak Polisi tersebut. Dan akhirnya pengendara motor mengajak saya untuk keluar dari pos polisi tersebut untuk berunding dalam rangka menyelesaikan masalah yang baru saja kami alami.
Perkara ganti rugi. Itu yang dia minta, dan dia gak mau memperpanjang urusan sampai pengadilan. Rp. 35.000 untuk membetulkan entah-bagian-mana-dari motornya. Saya merogoh tas saya sambil saya bilang, “Mas, perlu diingat ya, saya yang punya kerusakan lebih besar gak minta ganti rugi, saya cuma perlu Mas mengerti aturan mana yang benar”. Dengan manisnya dia membalas, “iya mbak saya orang yang gak mampu, saya sadar diri kalau saya ga bisa ngeganti”. Iiihhhh…..entah kenapa, kata-kata itu terdengar menyebalkan. Buat saya, disini bukan perkara mampu atau gak mampu, tapi perkara aware sama aturan! Heuuhh..lama-lama jadinya debat kusir, so langsung saya kasih aja tu uang Rp. 35.000,’ Saya anggap infaq aja lah. Karena kalo mo dibikin perkara sih, mana mau saya ganti rugi wong yang nyalip siapa yang ganti siapa.
Dan mood saya hancur berantakan dengan sukses hari itu, Sighhhhhh……..
Bukan orang Indonesia kalo gak ngambil point taken dari suatu musibah. Ngerti kan maksudnya? Gini nih contohnya ketika saya kecopetan, trus saya curcol sama teman-teman saya, pasti ada yang bilang, “untung baru duit lo yang ilang, bukan nyawa yang ilang”. Yeah, something like that lah; point taken :)
So, here it is, my points taken are…
…syukuuuur Allah masih melindungi saya sehingga saya dan pacar saya serta pengendara motornya masih diberi keselamatan,bersyukur juga karena saya masih bisa ngerasain emosi; bukan orang yang mati rasa, terus saya ga mesti ngeluarin kocek lebih banyak dan ga mesti ke pengadilan. Daaann saya bersyukur lagi karena saya disadarkan untuk lebih berhati-hati karena yang namanya kecelakaan bisa terjadi bukan hanya karena ada pihak yang sepenuhnya benar dan sepenuhnya salah, namun akibat adanya unsur ketidaksengajaan dan ketidakhati-hatian.
And the best for the last, keep remind this, berdoalah sebelum memulai perjalanan. Bahkan ketika kita melakukan banyak stop by, ingatlah untuk berdoa dari satu perjalanan stop by ke stop by yang lain. Karena ternyata, setelah saya ingat-ingat kembali, saya tidak melakukan itu ketika saya berangkat dari Tubagus Ismail menuju Kartika Sari.Hemmmm…..
2:42 PM | Labels: cerita jalan-jalan, thought | 2 Comments
three strikes
Don't waste my time. It's all that's mine.
Don't hold me close. Just to be kind.
Don't give me hope. If you plan to leave.
It isn't even remotely fine.
Don't play with me. It hurts you see.
Don't pull me close. And then let me go.
Don't draw me near. Then disappear.
Don't think just of you. I'm in this too.
This isn't a dance.
But two lives in one romance that doesn't seem to have a chance.
I'm sure. I don't know.
I know that, though.
As you realize, it isn't even a white lie.
When you deceive perhaps yourself.
As well as me.
I'm not perfect. And you know it.
I'm not ideal. Far from it.
If that's what you want,.
It’s not me that you'll get.
And should you want a perfect fit.
Once more, I'm not it.
But I'm real and I feel.
So don't play with me. It hurts you see.
And in the end it angers me.
All I can say is, you pull away just once more .
And it's over, for sure.
That’s the score.
As they say. In another game.
Three strikes. And you're out.
It's over. You're out. That's it.
*just another thoughts*
8:26 PM | Labels: another obstacle, thought | 1 Comments
.: lessons learned :.
I’ve learned lot of things while I’m here.
I've learned that I am liable for what I do, no matter how I feel.
I've learned that my life can be changed in a matter of hours by people who don't even know me at all.
I've learned that two people can look at the same thing and see something totally dissimilar.
I've learned that no matter how much I care, some people just don't care back.
I've learned that sometimes when I'm mad, I have the right to be angry, but that doesn't give me the right to be cruel.
I've learned that sometimes the people I expect to kick out, when I’m get down will be the one to help me get back up.
I've learned that our surroundings and circumstances may have influenced who we are, but we are responsible for who we become.
I've learned that maturity has more to do with what types of experiences I've had and what I've learned from them and less to do with how many years I have lived.
Because life’s too short and nothing last eternally.
So live it up. Drink it down. Laugh it off.
Evade the lies and never have regrets.
Yes.
No regrets.
Just lessons learned.
8:54 PM | Labels: Beijing, myself, thought | 0 Comments
just because I believe
*while updating my blog, suddenly this song playing. O-M-G, it's so me!sigh...
People say, love comes and goes
But they don't understand what they don't know
'Cause what I feel starts deep inside
It's kinda like a seed that springs into life
They say, it's not right and we move too fast
But they don't know the meaning of what we have
Wherever it is, I'll fly
Whatever it takes, I'll try
So don't pay no mind to whatever people say
Whenever it is in my life
Know that I will be on time
'Cause you know why there's no standing in our way
When you're far and we're apart
I'm really missing you, I wanna be where you are
They say, it's not right and it won't last
No point believing what we have
Wherever it is, I'll fly
Whatever it takes, I'll try
So don't pay no mind to whatever people say
Whenever it is in my life
I'll be on time
'Cause you know why there's no standing in my way
And if you're lost, I'm gonna find you
'Cause without you I'll break down and cry
And you know why I wanna surround you
With all my love
Whatever It Takes - Leona Lewis
1:54 AM | Labels: great lyrics, thought | 0 Comments
impression of Beijing
I arrived in Beijing at 17th May, as I intended. First impression of course in the airport of Beijing. Dude, sky was soooo clear! Heart it! Well, heart-it-moment only last for around two hour, haha! After that, I just realized how hot it was there; super hot! Unlucky me, I wore sweater when I leaved from Indonesia. No doubt, I was super-sweated on my first day in Beijing.
Looked through the taxi window, on my way to the place where I lived, I saw Beijing is a lot more Westernized than I ever thought. Another thoughts, I saw that Beijing itself is tremendously cosmopolitan, shown by absolutely commercialism. Malls and European brands are everywhere, as well as markets and people on the street. Crowded is so on! That time, I was wondering, is this the character in the whole of China? As my temporary answer, I would say maybe because Beijing is the capital city of China, that's why it seems very up-to-the-minute.
I worked from Monday till Friday, with office hour from 08.30 until 17.30. My colleague was Singaporean named Sin Liang. He is not young but his face looked so young. Lucky him! Hehe. There were some AIESECers to spent times with, and also my new colleagues from NGO where I worked, so it's easy to spent times enjoy the historical and cultural sight, nightlife and (of course!) marvelous foodies here.
My next impression, Beijing's environment was comforting and tough at the same time. Despite the language barrier I have, I really love the people and lifestyle and may perhaps without doubt see myself coming to China again. With well improvements of Chinese language! Hehe!
1:27 AM | Labels: Beijing, thought, travelling | 0 Comments
and the stories began
Third weeks after my graduation, from 16th of May 2009, I started an amazing journey in country where Great Wall showed it greatness, where emperor Pu Yi spent his life, where mysterious Forbidden City waited to be revealed and of course the place where the Pandas exist with their cuteness.
Thanks to AIESEC for the opportunities given.
And start from this on, I am writing down all amazing stories and experiences I had been through. Actually, it just a lil’ bit copy-paste-and-edited from my journey diary that I wrote during my days in China.
Question: After all I've been through, why post it just now?
Answer : Due to great firewall in China, and well-done job of China media censor that have taken exception to blogspot, and then blocked it, while I was in China, I cannot accessed this blog to share and tell stories for peeps out there. So, I'm delayed it, wait until I'm back to Indonesia and access blogspot effortlessly. Haha!
Is it too late?
Well, for me, there's never too late to share something. With all value in it, I guess experiences are still worth to write, worth for share and of course, those experiences are worth to read.
Happy reading peeps..:D
12:36 AM | Labels: Beijing, memorize, myself, travelling | 0 Comments
the writer
friends issues
- Agung Pascasuseno a.k.a Mas Agung
- Alia Noza a.k.a Alia
- Atiek Puspa Fadhilah a.k.a Atiek
- Brahmasta Adiprana a.k.a Bram
- Celine Qoniah a.k.a teh Celine
- Della Sevilla a.k.a Della
- Dendy Narendra a.k.a Dendy
- Dhian Kurniasari a.k.a Dhian
- Didi Ristanto a.k.a Didi
- Esti Sadiyah a.k.a Teh Esti
- Fera Anandini a.k.a Fera
- Ferry Gunawan a.k.a Ferbuzz
- Floresiana Yasmin a.k.a Yasmin
- Gilang Kinasihan a.k.a Bu Gilang
- Jimmy Luvhara a.k.a Jim
- Kaka Pawy a.k.a Kaka
- M Satya Oktamalandi a.k.a Andik
- Marina Natalia T a.k.a Jukie
- Muhammad Ilham Adhynugraha a.k.a K'ilham
- Nadya Fadila a.k.a Nad
- Natasha Samosir a.k.a Acha
- Nilna Amelia a.k.a Kunil
- Prasetyo Andy W a.k.a Paw
- Primus Pramundita a.k.a Primus
- Puti Ceniza Akbar a.k.a Chica
- Rahma Nuraini a.k.a Kuma
- Ratie Medini Indra a.k.a Ratie
- Refita Septiani a.k.a Tia
- Shana Fatina a.k.a Shana
- Sofyandi Sedar a.k.a Yandhie
- Widyastri Atsary a.k.a Bu Widy
- Wiedy Yang Essa a.k.a Essa
- Winda Deftiani a.k.a Winda
- Yasir Nurrahman a.k.a Kang Acil
- Yessy Pratiwi a.k.a Echi
- Yudha Saykoji Bck a.k.a Yudha
also read this
-
-
Cinta Amniotik1 month ago
-
positive!10 months ago
-
Rose bebe20 hours ago
-
NGUPING JAKARTA MAU NGOMONG #42 weeks ago
-
Update! Ihiy!1 week ago
-
Caleg-Caleg itu...7 months ago
-
Aviator20 hours ago
